Prasangka adalah sikap bermusuhan yang di tunjukan terhadap suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak menyenangkan. sebab dugaan yang dianut orang yang berprasangka tidak di dasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti yang cukup memadai. pandangan laki-laki bahwa perempuan lebih banyak emosi dan kurang rasio. Prasangka mempunyai makna hampir serupa dengan istilah antagonisme atau antipati dapat di kurangi dengan pendidikan, sedangkan sikap bermusuhan pada orang yang berprasangka bersifat tidak rasional dan berada dibawah sadar sehingga sukar di ubah meskipun orang yang berprasangka tersebut di beri penyuluhan, pendidikan atau bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang di anut.
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri. Berdasarkan definisi ini etnosentrisme tidak selalu negatif sebagimana umumnya dipahami.
Etnosentrisme memiliki dua makna yang satu sama lain saling berlawanan. Tipe pertama adalah etnosentrisme fleksibel. Seseorang yang memiliki etnosentrisme ini dapat belajar cara-cara meletakkan etnosentrisme dan persepsi mereka secara tepat dan bereaksi terhadap suatu realitas didasarkan pada cara pandang budaya mereka serta menafsirkan perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya. Tipe kedua adalah etnosentrisme infleksibel. Etnosentrisme ini dicirikan dengan ketidakmampuan untuk keluar dari perspektif yang dimiliki atau hanya bisa memahami sesuatu berdasarkan perspektif yang dimiliki dan tidak mampu memahami perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya.